Thursday, November 12, 2015

MENYIARKAN VS MENGIKUTSERTAKAN



Kebanyakan bisnis dan perusahaan masih berkutat dalam jalan pemikiran “penyiaran”. Dimana ketika memiliki produk baru, mereka akan memamerkannya dalm bentuk iklan, apakah itu berupa papan tanda di jendela etalase atau berupa iklan di televise. Mereka mencoba untuk menciptakan keramaian dengan memajang kata “SALE” pada iklan-iklan dan jendela etalase mereka, dengan huruf –huruf yang besar sehingga tidak mungkin terlewatkan. Kenyataannya adalah orang-orang tidak mau berbicara “kepada…(sesuatu)” tetapi mereka mau berbicara “dengan…(seseorang)”.

Perusahaan-perusahaan diseluruh dunia mulai menyadari bahwa walaupun komunikasi berbasis “penyiaran” merupakan bagian penting guna menyampaikan pesan anda, tetapi banyak alat lainnya yang lebih efektif untuk melakuakan hal tersebut berada di tangan mereka. Dialog merupakan cara yang sangat kuat dalam menyebarkan pesan anda dan sekaligus mendapatkan  umpan balik dari para pelanggan.

Sebelum blogs, jumpa pers merupakan salah satu cara terbaik untuk mengkomunikasikan berita-berita tentang perusahaan anda. Anda mengirim jadwal jumpa pers ke Koran-koran local atau layanan kabel, dengan harapan ada sebagian kecil wartawan yang dapat meliputnya dan kemudian anda dapat diberitakan dengan biaya yang cukup rendah. Permasalahan dari jumpa pers dan segala jenis usaha penyebaran jarang memberikan hasil yang memuaskan. Persentase tradisional atas tanggapan untuk iklan berbasis penyiaran, sperti iklan televise, iklan radio, dan jumpa pers dilaporkan tidakl ebih dari 1 persen. Yang terbaik adalah anda mungkin dapat melihat satu atau dua artikel didalam berita, meskipun kebanyakan tampaknya hanya berupa potongan pernyataan dari jumpa pers anda, atau yang terburuk adalah anda tidak mendengar apa-apa sama sekali.

Alat-alat seperti blog memperbolehkan anda untuk melakukan hal yang melampaui jumpa pers atau liputan media tradisional lainnya. Mereka membantu anda untuk terlibat dengan pelanggan anda dan menciptakan dialog yang sesungguhnya. Inisiatif dari dialog ini tidak dapat menggantikan jumpa pers atau jajak pendapat, tetapi mereka melengkapinya.

Pertimbangkan “Boeing”, yang merupakan pabrik pembuat pesawat terbang dan pesawat antariksa terkemuka, yang mulai memproduksi dan memasarkan kapal baru mereka yaitu”787 Dreamliner”. Perusahaan menggunakan gaya pemasaran penyebaran tradisional seperti: jumpa pers, pesta peluncuran, perjalanan keliling bagi para media dan semacamnya. Namun, “Boeing” juga memperbolehkan Randy Baseler, wakil direktur bagian pemasarannya menggunakan blog (www.boeing.com/randy). Melaui blognya, baseler dapat menyampaikan pesan kedalam sebuah dialog yang didalamnya terdapat informasi tentang penawaran dari pesaing Boeing yaitu Airbus A380.

Baseler memberikan tanggapan atas postingan dari blog lain, mendiskusikan tentang apa yang sedang dibicarakan dalm blog tersebut, dan membaca sangat banyak contoh representative dari blog penerbangan dan pilot/penerbang. Blog ini memperbolehkan Boeing untuk menggunakan pesan dengan gaya “pemancar”, yang mana sangat baik untuk menunjukkan kenyataan yang sesungguhnya kepada dunia, sebaik dalam sebuah percakapan pribadi. Dimana hal ini sangat baik untuk megkomunikasikan hasrat, melakukan percakapan dan mendengarkan apa yang para pelanggan dan penggemar penerbangan pikirkan.

Bagikan

Jangan lewatkan

MENYIARKAN VS MENGIKUTSERTAKAN
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik. Terima Kasih Atas Kunjungannya.