Showing posts with label Blog Marketing. Show all posts
Showing posts with label Blog Marketing. Show all posts

Thursday, November 26, 2015

Bingung memikirkan semakin hari pengeluaran semakin banyak sedangkan pemasukan tidak lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ingin usaha sampingan untuk menambah penghasilan tanpa menguras waktu dan tenaga yang banyak? Usaha beternak ayam bisa menjadi salah satu alternatifnya



BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
Bingung memikirkan semakin hari pengeluaran semakin banyak sedangkan pemasukan tidak lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ingin usaha sampingan untuk menambah penghasilan tanpa menguras waktu dan tenaga yang banyak? Usaha beternak ayam bisa menjadi salah satu alternatifnya. Sistem beternak ayam lebih sederhana dan mudah tanpa menguras waktu dan tenaga yang banyak baik dalam pemeliharaan dan pemberian pakan. Peluang usaha ternak ayam ini masih dapat dijalankan meskipun Anda bekerja. Ingin tahu lebih banyak lagi kiat dan tips menjalankan bisnis ini, silahkan simak lebih lanjut.
Sebelum mulai beternak ayam, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Secara garis besar syarat pokok dalam mengusahakan ternak ayam agar usaha ini dapat berjalan adalah sebagai berikut :
1.      Penguasaan ilmu.
·         Breeding, mengenai pemilihan dan penggunaan bibit unggul
ditingkat final stock serta strain tertentu. Pengetahuan ini dapat dengan mudah diperoleh melalui buku-buku ataupun informasi dari pihak yag sudah berpengalaman.
·         Feeding, mengenai penyediaan dan pemberian makanan ayam.
·         Management, mengenai tata laksana perkandangan, perawatan,
pamasaran dll.
·         Disease management, mengenai kebersihan / sanitasi, vaksinasi, dll.
2.      Kemauan yang kuat.
· Ketekunan dalam memelihara dan membesarkan ternak.
· Disiplin, menumbuhkan tanggungjawab terhadap hidup matinya ayam.
· Tidak mudah putus asa, kesabaran dalam menanggulangi kesulitan ekonomis maupun teknis.

Secara umum dalam budidaya ternak ayam, produksi ternak dipengaruhi oleh dua faktor :
a.       Faktor genetis.
Ini menyangkut keturunan yang akan mempengaruhi selanjutnya terhadap tinggi rendahnya produksi. Sehingga pemilihan bibit merupakan tahapan yang sangat penting dan membutuhkan perhatian khusus.
Faktor luar.
Adapun faktor luar yang mempengaruhi antara lain : tata
laksana perkandangan, makanan, lingkungan, dan penyakit.

Apabila faktor genetis dan faktor luar dapat kita kendalikan dengan baik, niscaya budidaya ternak ayam ini dapat berjalan dengan maksimal. Dalam budidaya ternak ayam, ada dua (2) jenis ayam yang biasa diternakkan selain ayam kampong, yaitu : Ayam pedaging (Broiler) dan Ayam petelur (layer).

1.2              Permasalahan
1.      Ciri-ciri ayam Buras
2.      Pemeliharaan Ayam Buras
3.      Pemilihan Bibit Ayam Buras
4.      Pakan Ayam Buras
5.      Penyakit Pada Ayam Buras dan Pencegahannya
6.      Analisa Usaha Beternak Ayam Buras

1.3              Metode Penulisan
Adapun metode penulisan makalah ini adalah dari pemanfaatan pustaka dan praktek langsung.



BAB II
PEMBAHASAN
BUDI DAYA AYAM BURAS

2.1              Ciri-Ciri Ayam Buras
Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.

Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana.

Ciri-ciri bibit yang baik :

1. Ayam jantan

* Badan kuat dan panjang.
* Tulang supit rapat.
* Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.
* Paruh bersih.
* Mata jernih.
* Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.
* Terdapat taji.

2. Ayam betina (petelur) yang baik

* Kepala halus.
* Matanya terang/jernih.
* Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
* Paruh pendek dan kuat.
* Jengger dan pial halus.
* Badannya cukup besar dan perutnya luas.
* Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari.
* Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.

2.2              Pemeliharaan Ayam Buras
Pertumbuhan dan perkembangan ternak ayam, melalui beberapa tahapan. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam tiap fase pertumbuhan ternak ayam dalam budidaya ternak ayam ini adalah :
I. Fase awal
a. Brooder (kandang) yang baik
b. Alat-alat pemanas yang stabil
c. Konstruksi indukan yang baik
Konstruksi Brooder yang baik :
· Lantai mudah dibersihkan.
· Tinggi tempat makan dan minum 2,5 cm diatas punggung ayam.
· Ukuran tempat makan, panjang 1,5 cm (ayam umur 1-2 minggu) dan 5 cm (ayam umur 2-8 minggu), lebar 8 cm, dalam 6 cm.
· Ukuran tempat minum, separoh dari tempat makan.
· Ukuran brooder :
o 15-20 ekor/m2 (umur 1 hari-8 minggu),
o 10-15 ekor/m2 (umur 8-22 minggu),
o 4-6 ekor/m2 (umur lebih dari 22 minggu).
II. Fase pertumbuhan
a. Pada fase ini populasi hunian 5-10 ekor/m2 .
b. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari. Kadar protein pada ransum 4-16%.
III. Fase Bertelur
a. Untuk ayam petelur, pada umur 5,5-6 bulan ayam sudah bertelur.
b. Makanan, protein disarankan kira-kira 17 %.
c. Pada wal bertelur supaya diberi feed suplement atau extra vitamin.
d. Kandang dengan popoulasi 4-5 ekor/m2, tebal lantai 25-30 cm,sarang perteluran 35 x 35 x 40 cm/5 ekor.
e. Produktifitas telur, perlu pengaturan kadar protein dalam ransum,
pemberantasan cacing dan kutu ayam secra regular, penyediaan air minum
yang bersih dan memadai.

Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :
1.      Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas dan mencari pakan sendiri).
2.      Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
3.      Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan).

Seperti telah disebutkan diatas, salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ternak adalah faktor luar, diantaranya tata laksana perkandangan. Adapun syarat kandang ayam yang bagus untuk skala budidaya ternak ayam adalah sebagai berikut :
1. Mempunyai ventilasi udara.
2. Terkena sinar matahari.
3. Lantai terbuat dari tanah, semen, dengan dialasi dengan serbuk gergaji tau sekam padi.
4. Mempunyai tempat makanan dan minuman.
5. Mempunyai tempat bertengger.
6. Pemenuhan kebutuhan makanan yang cukup bagi ternak ayam. Makanan itu sendiri mempunyai fungsi :
a. Memenuhi kebutuhan hidup.
b. Membentuk sel dan jaringan hidup.
c. Menggantikan sel yang rusak.
d. Bahan untuk berproduksi.

2.3       Pemilihan Bibit Ayam Buras
Teknik pembibitan bibit ayam buras yang baik
1. Calon induk betina:
* sehat dan tidak cacat
* lincah dan gesit
* mata bening dan bulat
* rongga perut elastis
* tidak mempunyai sifat kanibal
* bebas dari penyakit
* umur 5 – 12 bulan.


2. Calon pejantan:
* sehat dan tidak cacat
* penampilan tegap
* bulu halus dan mengkilap
* tidak mempunyai sifat kanibal
* umur 8 – 24 bulan.
Jumlah induk dan pejantan disesuaikan dengan kondisi dan umurnya antara 8 – 10 : 1

2.4       Pakan Ayam Buras
Dalam budidaya ternak ayam, pakan ternak merupakan faktor yang berperan dalam menentukan kualitas produlsi yag dihasilkan baik itu daging ataupun telur ayam. Hal yang mutlak diperhatikan terutama zat-zat makanan adalah :
a. Karbohidrat, sebagai sumber energi untuk mobilitas tubuh ayam dan resistensi terhadap pengaruh lingkungan.
Sumber : jagung dan beras.
b. Lemak, sebagai sumber energi dan alat transportasi buat vitamin A,D, E, dan K.
Sumber : Kacang tanah, dedak halus, kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan, tepung daging, dsb.
c. Protein, untuk pertumbuhan tulang, urat, daging, kulit, bulu, dan
menggantikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak.
Sumber : tepung daging, tepung darah, tepung ikan, susu, bekicot, siput, cacing dll (hewani); kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacangpanjang, bungkil kelapa dll (nabati).
d. Mineral, untuk alat berproduksi, seperti : kalsium (pembentukan
tulang dan kulit telur), natrium (darah), HCl (getah lambung), Fe
(butir darah merah), yodium (kelenjar gondok) dll.
Sumber : tepung tulang, tepung kerang, kapur dsb.
e. Vitamin, mempertahankan kesehatan tubuh dan kemampuan berproduksi.
Sumber : minyak ikan, susu, hati (vitamin A); jagung, katul, kacangkacangan (vitamin B1); jagung, beras, daunan hijau (vitamin B2);padi-padian, ikan ragi, hijauan (vitamin B6), kotoran lembu/kerbau (vitamin B12), minyak ikan, susu, kacang-kacangan (vitamin D); touge, hijauan, padi-padian (vitamin E), dll.
f. Air, fungsi air adalah :
· Membantu proses pencernaan.
· Membawa zat makanan ke seluruh tubuh.
· Mengatur suhu tubuh dan metabolisme.
· Pembuangan sisa makanan.
Lebih dari 60 % tubuh ayam terdiri dari kandungan air. Ayam selalu minum setiap 15-20 menit.
g. Energy Tambahan
· Antibiotic, fungsi untuk menstimulir pertumbuhan, mencegah penyakit,dan efisiensi setiap perubahan ransum. Sumber : penicillin,terramycin, exythromycin, dll.
· Feed Suplement, fungsi untuk mencegah penularan penyakit,mempercepat pertumbuhan, meningkatkan produksi, dll.
Sumber : PremixB, Premix A, TM 10, Egg Formula, Rovimix AD3, Mineral, dll.
· Concentrate, campuran bahan makanan yang dilengkapi dengan : protein, carbohydrat, lemak, dan zat kasar lainnya. Concentrate complit terdiri dari protein, mineral, dan vitamin
· Hijauan, fungsi untuk menambah nafsu makan dan tambahan vitamin. Sumber : daun-daunan berwarna hijau yang segar.

Uraian diatas adalah komponen -komponen utama yang perlu diperhatiakan dalam pemberian pakan ternak ayam. Berikut sampel pemberian makanan untuk masing-masing jenis ternak ayam :
Pakan ayam pedaging (broiler)
Bahan-bahan :
1. Konsentrat 20 %.
2. Dedak 35 %.
3. Jagung giling 25 %.
4. Bungkil Kelapa 20 %.
Pakan ayam petelur (layer)
Bahan-bahan :
1. Konsentrat 25 %.
2. Dedak 35 %.
3. Jagung giling 40 %.
4. Mineral 0,1 %.
Setelah semua faktor (genetis dan faktor luar) dalam budidaya ternak ayam dipenuhi dengan baik, diharapkan usaha ternak ayam ini dapat berproduksi dengan baik dengan kualitas yang maksimal.

2.5       Penyakit Pada Ayam Buras dan Pencegahannya
1)      ND = Necastle Desease = Tetelo
Pencegahan: lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.
2)      Cacingan
Pencegahan : hindarkan pemeliharaan tradisional.
3)      CRD (pernafasan)
Pengobatan : Chlortetacyclin (dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin (dosis 800 -1000 gr/ton ransum).
4)      Berak Darah
Pengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dalam air minum, dosis 0,012 -0,024% untuk 3 – 5 hari.
5)      Pilek
Pengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dalam air minum selama 5 -7 hari.
6)      Cacar
Pencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk.

2.6       Analisa Usaha Beternak Ayam Buras
1.      Pengeluaran
a.       Bibit: 100 ekr x Rp. 12.000,- = Rp. 1.200.000,-
b.      Pakan100 ekr x 360 hr x 100 gr x Rp. 491,- / 1000= Rp. 1.767.600,
c.       Penyusutan kandang/th Rp. 500.000: Rp. 50.000/2 th = Rp. 225.000,-
d.      Tenaga kerja: 12 x Rp. 150.000,- /bulan = Rp. 1.800.000,-
e.        Vaksin dan Obat: 100 ekr x 4 kali x Rp. 50,= Rp. 20.000,-
Total ——————————————————> Rp. 5.012.600,-
2.   Pendapatan
a)      Penjualan telur/th 95%x100 ek x 25% x 360 hr x Rp. 300,-= Rp 2.565.000,
b)      Penjualan kotoran ayam/th 25 grx95 ekrx360 x Rp. 2.000,-= Rp. 34.200,
c)      Penjualan ayam afkir: 95 ekr x Rp. 13.500,- = Rp. 1.282.500,-
Total ————————————————————> Rp. 3.881.700,-
3.   Penghasilan/tahun: pendapatan – pengeluaran – Rp. 1.130.900,-
Karena keuntungannya negatif, maka sebaiknya untuk pemeliharaan 100 ekor ayam, tenaga kerja cukup ditangani oleh peternak, sehingga biaya untuk tenaga kerja Rp. 0,-. Dengan kata lain, untuk pemeliharaan 100 ekor ayam :
1. Pengeluaran Rp. 3.212.600,-
2. Pendapatan Rp. 3.881.700,-
3. Keuntungan Rp. 669.100,-
keuntungan/bln Rp. 55.758,- 
Asumsi harga pasaran :
1. Harga bibit siap telur/ekor Rp. 12.000,-
2. Harga telur/butir Rp. 300,-
3. Harga pakan, dengan susunan:
* 30 kg pakan Rp. 300,- /kg
* 50 kg pakan layer (441) Rp. 605,- /kg
* 1 kg mineral Rp. 500,- /kg
4. Harga ayam apkir Rp. 13.500,-
5. Harga kotoran ayam 1 karung (50 kg) Rp. 2.000,-
6. Mortalitas (kematian) 5%
7. Produktivitas telur 25%
8. Biaya kandang ayam perekor Rp . 5.000,-
9. Biaya vaksin & obat perekor Rp. 50,-

2.7       Penetasan Alami Ayam Buras

Sangkar tetas dengan hasil daya tetas tinggi.
BAHAN :
Bambu, kawat, paku, rumput kering.

ALAT :
Gergaji, pisau serut, palu, tang, dll.

PEDOMAN TEKNIS :
v   Sangkar penetasan dibuat dari bambu berbentuk kerucut dengan suhu penetasan dalam sangkar pengeraman cukup baik.
v   Cara pembuatan :
1.   Potong bambu berdiameter 25 – 50 cm sepanjang 125 cm, 1/3 bagian harus berada di atas ruas sedangkan yang 2/3 bagiannya sebagai tiang
penyangga.
2.   satu pertiga dari bambu bagian atas dibelah-belah kecil ( 1-1,5 cm), dihaluskan, kemudian dianyam dengan belahan bambu tipis, dimulai dari
bagian ujung bawah belahan bambu, sehingga berbentuk kerucut.
3.   Bagian ujung paling atas diikat dengan kawat tali, agar ayaman tidak lepas.
4.   Sangkar diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari keramaian dan terhindar dari gangguan hewan liar.
5.   Bagian bawah sangkar dialasi dengan rumput kering, yang merupakan alas/tempat diletakkannya telur dan sekaligus sebagai tempat penetasan.
v  Sangkar penetasan kerucut ini menghasilkan daya tetas telur 77,37 %, kematian embriyo 16,64 %, suhu maksimum 102,3°C dan suhu minimum 83,5°C.


BAB III
PENUTUP

                        Kesimpulan
Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.

Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana.

                        Saran
Harapan kami, setelah membaca makalah ini, kami harap hendaknya diperhatikan dan disimak sehingga jika ada kekurangan, dapat kiranya mencari tambahan dengan membaca dan belajar dari berbagai sumber, baik dari internet maupun buku-buku lainnya.

Baca selengkapnya

Friday, November 13, 2015

Apakah rencana Anda untuk semua orang.

Sebagian besar dari kita percaya bahwa jika rencana diumumkan dan tujuan lainnya. Mereka akan memberikan saran dan membantu kita memetakan mudah bagi sukses, bagaimanapun, para ilmuwan membuktikan sebaliknya: "mengumumkan rencana akan mengurangi kemampuan mereka untuk melaksanakan rencana itu."
Penelitian ini adalah yang pertama Penelitian oleh ilmuwan dari Mahler pada tahun 1933 telah menunjukkan bahwa jika masalah yang diumumkan. Dan telah dikenal untuk memperbaiki masalah ini dalam otak seseorang menjadi "fakta sosial" karena ia telah selesai pekerjaan. Bahkan ketika solusinya tidak beroperasi.

Profesor Peter Gollwitzer Newyork University melakukan penelitian serupa dalam buku ini. "The self-selesai" simbol (self-fulfilling), yang diterbitkan pada tahun 1982, dilakukan pada 63 orang berpendapat bahwa mereka yang terus niat mereka lebih mungkin untuk berhasil daripada mereka yang mengungkapkan niat orang lain tahu.

"Seperti yang Anda katakan, Pengalaman dengan orang lain. Ini memberi ilusi bahwa Anda mendapatkan ide bahwa "
Jika Anda ingin menargetkan Otak Anda akan bertengger Lengkapi tujuan dan membicarakannya semua bantuan yang Anda memenuhi simbol ini. Itulah alasan mengapa setelah Anda berbicara dengan tujuan Anda. Anda akan menjadi dicari itu.

Sidang juga ditemukan. Jika Anda baru saja sukses dalam tujuan-tujuan kecil. (Misalnya makan sehat), maka akan mengurangi upaya Anda untuk target kecil. (Misalnya latihan) adalah alasan yang sama seperti di atas.

Tentu saja, ada pengecualian: Bila Anda ingin supervisor dan direktur yang Anda bekerja setiap hari. Maka Anda harus mengatakan, Rencana dan tujuan untuk pengetahuan, tapi ingat bahwa Anda adalah seorang anak dewasa tidak disiplin untuk kebaikannya sendiri. Lebih tergantung pada monitor

Jadi sekarang jika Anda menyelesaikan tujuan tertentu. Harap tetap tenang dan tidak mengungkapkan rencana Anda untuk semua orang.

Baca selengkapnya

Thursday, November 12, 2015

JENIS BLOG APA YANG TERBAIK BAGI PERUSAHAAN ANDA? BERIKUT JENIS-JENIS BLOGGING EKSTERNAL PRIBADI



Berikut ini diantaranya ada tujuh jenis blog bisnis dan mempersonifikasi mereka menjadi karakteryang berbeda, atau lokasi atau antar kota. Mari kita mengadakan perjalanan di kota virtual ini, lalu mengunjungi beberapa orang dan tempat dimana bisnis anda mungkin ingin bekerja dengannya, mencobanya dan akhirnya menerima blogging:
·         The Barber, atau “situkang cukur” terbukti sebagai warga yang terkemuka – mereka mengetahui orang yang tepat, memiliki banyak kebijaksanaan dari mendengarkan para pelanggannyaselama bertahun-tahun dan tidak bermasalah untuk membagikan kebijaksanaannya. Dengan kata lain seorang tukang cukur berfungsi sebagai seorang analisis atau mungkin seorang penasihat. Si tukang cukur patut untuk didengar, bukan hanya karena ia melihat sesuatu dengan cara yang berbeda tetapi sering kali ia “benar”.
·         The Blacksmith, atau “si pandai besi” sama seperti “si tukang cukur” dalam hal pengetahuan industrinya, kecuali ia sperti “berada dalam” sebuah perusahaan, sedang menempa industry dan opini melalui tempat penempaan milik perusahaan. Perancang perangkat lunak di IBM, Sun dan perusahaan teknologi besar lainnya memenuhi peran ini seperti mereka menggunakan pengalaman mereka dalam menyampaikan suatu masalah.
·         The Bridge, seorang blogger “jembatan” adalah orang yang membuat koneksi, pengaruh dan membantu mempersatukan orang-orang. Ia terobsesi dengan hubungan dan menghubungkan orang dan sebagai hasilnyaia seringkali dapat berfungsi sebagai penjaga perdamaian. Dalam denah perusahaan, profesi public relation dapat menjadi blogger “jembatan” alami. Atau mungkin bisa saja profesi sekretaris perusahaan yang menjadi hal tersebut.
·         The Window, seorang blogger “jendela” mirip dengan seorang pandai besidalam ia bekerja dalam perusahaan dan menggunakan pengalamannya untuk membentuk opininya. Perbedaan dari kedua jenis tersebut adalah seorang blogger “pandai besi” selalu membicarakan hal-hal yang ada “di dalam” perusahaan. Sedangkan blogger “jendela” berbicara mengenai hal-hal baik yang ada “di dalam” maupun “di luar” perusahaan.
·         The Signpost, seorang blogger “papan tanda” sangat tidak biasa karena ia tidak memberikan pendapatnya, setidaknya itu bukan menjadi alasan utama dari keberadaan blognya. Seorang blogger “papan tanda” menunjukan hal-hal yang keren yang menarik perhatian di industrinya. Ia mungkin tidak punya banyak hal untuk dikatakan pada setiap post-nya (mungkin hanya beberapa patah kata dalam menjelaskan pokok utama dari ketertarikkannya), tetapi ia akan mempost lusinan catatan pendek perhari ketika menemukan sesuatu hal yang menarik, mungkin mengarahkan para pembacanya ke informasi pada situs lainnya.
·         The Pub, blogger-blogger “kedai minuman” ini menciptakan diskusi-diskusi yang dirancang sedemikian rupa untuk membawa orang-orang dari segala sudut pandang membahas mengenai persoalan tertentu untuk terus menerus membicarakannya dan bergembira bersama-sama ketika membicarakannya. Blog milik Peter Davidson adalah contoh nyata dari blog tersebut “Thinking by Peter Davidson” (www.peterthink.blogs.com/thinking), mengizinkan sekelompok pemikir sejenis untuk menjelajahi beraneka ragam persoalan.
·         The Newspaper, seorang blogger “surat kabar” berfungsi dalam banyak cara seperti seorang wartawan, berusaha untuk lebih banyak melaporkan daripada berpendapat, ia berusaha sebisa mungkin untuk berpegang pada fakta. Banyak blog-blog politik yang pada dasarnya mirip dengan surat kabar, behitu juga dengan beberapa blog teknis, seperti Engadget (www.engadget.com) yang memusatkan pada berita-berita tentang “gadgety” termutakhir.
Sebuah blog tunggal seringkali menghubungkjan beberapa jenis karakteristik blog tersebut diatas, namun karena pada umumnya blog tersebut di tulis oleh seorang blogger atau sekelompok kecil blogger, anda akan seringkali melihat kecenderungan yang saling bertumpang tindih, tergantung pada blogger jenis apa yang sedang bekerja. Berbaur dalam bidang yan luas ini adalah jenis-jenis blog lainnya yang membentuk “kota bernuansa blog”, seperti the post office, dimana orang-orang pergi untuk mendapatkan beraneka ragam informasi; the town hall, dimana keputusan-keputusan penting dibuat dengan segala macam keunikan lainnya. Suatu “kota” yang sehat membutuhkan semua jenis warga dan tempat dan pastinya aka nada kegunaan-kegunaan lainya dari blog.
Beberapa campuran inuk dari berbagai jenis blog, meliputi “How to Save the World” milik Dave Pollard (www.blogs.salon.com/0002007), yang mana mirip dengan sebuah “Kedai kopi/Coffe Shop” sebagai tempat berkumpulnya orang-orang dengan pemikiran yang sejenis dan membahas berbagai pokok pembicaraan. “New Communication Blogzine” (www.newcommunicationblogzine.com), yang memberikan wawasan bulanan dari pakar-pakar pemasaran dan komunikasi. Dan “Doc Searls Weblog” (www.doc.weblogs.com), dimana Doc tidak hanya berbagi pendapatnya, tetapi merangkumnya dengan lusinan pendapat lainnya dari blogsphere.
Baca selengkapnya