Thursday, November 12, 2015

MENJADI SEORANG THOUGHT LEADER



   Thought-Leadership bukanlah sebuah konsep baru; hal tersebut diusulkan pada tahun 60-an dan akhirnya diakui pada tahun 90-an. Istilah tersebut merujuk kepada kemampuan memimpin melalui ide-ide baru yang inovatif.penerapan thought leader pada zaman modern sekarang ini berkenaan dengan dunia bisnis, telah diterapkan kepada perusahaan-perusahaan yang menerbitkan surat kabarternama di industrinya, berpartisifasi dalam seminar-seminar (atau bahkan mengadakannya sendiri), dan penyebarluasan informasi dengan harapan agar banyak orang menjadi lebih terbuka kepada perusahaan dan berminat untuk menanamkan modalnya kedalam produk-produk mereka.

Daya tarik yang kuat dari pemasaran berdasarkan thought leadership sangat masuk akal, karena dengan semakin jelasnya informasi yang tersedia, berarti semakin banyak pula interaksi dengan para pelanggan dan calon pelanggan potensial. Tantangan bagi kebanyakan perusahaan untuk menggunakan suatu kampanye thought leadership adalah biaya yang cukup mahal. Mengelola surat kabar, mengikuti dan berbicara di seminar-seminar, serta menjaga kejelasan informasi pada umum bukanlah hal yang mudah atau murah.

Blog menyediakan peluang yang unik bagi thought leadership dimana mereka (blog) memperbolehkan dunia bisnis untuk menerbitakan informasi yang diinginkan orang dan dengan cara yang orang tersebut inginkan. Sebagai tambahan dari adanya kemudahan untuk menemukan, berlangganan dan berkontribusi kedalam blog dan sudah jelas bahwa blog merupakan salah satu cara termudah untuk menggunakan kampanye thought leadership. Tantangannya tentusaja karena anda masih harus menciptakan bahan, melakukan penelitian dan memberikan tanggapan atas berita-berita dan pada umumnya menemukan serta memilah-milah informasi berdasarkannilainya seperti yang anda lakukan ketika memanfaatkan media lainnya. Kebanyakan perusahaan yang menekuni bidang usahanya akan menyadari tantangan-tantangan tersebut dan telah memperhatikan cara penanganannya.

Mengapa blog?
Ini adalah sebuah pertanyaan yang penting. Paul Chaney, seorang konsultan blog terkemuka dari “Radiant Marketing Group”, menyusun sebuah daftar mengenai alasan-alasan mengapa bisnis harus menggunakan blog (http://radiantmarketinggroup.com/2005/05/26/blogs-beyond-the-hype/):
·         Pemasaran melalui search engine, blogs dapat memberikan peningkatan kehadiran pada search engine ternama seperti google dan Yahoo!
·         Komunikasi langsung, blogs menyediakan cara bagi anda untuk berbicara langsung dan jujur dengan pelanggan anda.
·         Membangun merek, blogs berfungsi sebagai saluran lain untuk menaruh merek anda dihadapan customer anda.
·         Diferensiasi persaingan, karena blogs memberikan anda peluang untuk menceritakan kisah anda berulang-ulang, oleh karena itu mereka dapat membantu anda lepas dari persaingan
·         Hubungan dalam pemasaran, blogs memperbolehkan anda untuk membangun hubungan pribadi jangka panjang dengan pelanggan anda yang akan berkembang menjadi saling percaya.
·         Mengeksploitasi celah, blogs membantu anda untuk mengisi celah tertentu didalam bidang usaha anda.
·         Sebagai media hubungan masyarakat (Humas) blogs merupakan alat humas yang terbaik dimana media memanggil anda dan bukan pesaing anda
·         Manajemen reputasi, blogs memungkinkan anda mengelola reputasi online anda.
·         Menempatkan anda sebagai ahlinya, blogs memungkinkan anda untuk mengemukakan sudut pandang, pengetahuan dan keahlian anda terhadap permasalhanan yang berkaitan dengan bidang usaha anda
·         Intranet dan manajemen proyek, blogs dapat menjadi sebuah aplikasi yang hebat dan mudah digunakan untuk komunikasi internal didalam organisasi. Hal ini mungkin merupakan salah satu keunggulan dari blog yang krang begitu diperhatikan dan dioptimalkan penggunanya.

Bagikan

Jangan lewatkan

MENJADI SEORANG THOUGHT LEADER
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik. Terima Kasih Atas Kunjungannya.